Mengatasi Biduran Dengan Air Kelapa Hijau pecegahan dan lainya

Biduran merupakan penyakit kulit yang sering di jumpai dan merupakan hal biasa terjadi. Biduran atau kaligata atau urtikaria dalam istilah kedokterannya merupakan kelainan kulit yang ditandai dengan bentol-bentol kemerahan, sangat gatal, sering disertai rasa tertusuk dan panas.

Biduran bisa datang tanpa permisi dan tak kenal waktu, dapat terjadi di bagian tubuh mana saja dengan bentuk dan ukuran yang beraneka ragam. Karena gatalnya terkadang seseorang yang mengalami biduran sering menggaruk sehingga bentol-bentol tersebut menjadi makin meluas.

Biduran bisa berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa hari. Umumnya tidak berbahaya dan tidak meninggalkan bekas, namun biduran bisa saja menjadi penyakit serius bila bersamaan dengan angioedema (urtikaria yang mengenai lapisan bawah kulit dan mukosa), karena jika terkena saluran nafas bisa menyebabkan sulit bernafas sehingga menyebabkan kematian. Sekitar 40% penderita urtikaria kronis akan menderita angioedema.

Sekitar 10-25% orang pernah mengalami biduran, paling tidak sekali dalam hidupnya. Biduran akut lebih sering terjadi pada anak muda, umumnya laki-laki lebih sering dari perempuan. Sedangkan biduran kronik lebih sering pada wanita usia pertengahan (60%). Orang-orang dengan riwayat atopi, akan lebih mudah terkena biduran.

Ada sebagian anak atau kita yang sudah dewasa sering menagalami gatal, bentol kemerahan atau sering kita sebut biduran. Hal ini sering terjasi jika udara dingin atau lembab. Biduran menyebabkan kulit tebal, gatal gatal. Atau dapat juga karena habis makan-makanan tertentu misalnya udang, laron dan lainnya. Berdasarkan ilmu kedokteran bahwa biduran dapat disebabkan oleh beberapa sebab, salah satunya udara dingin. Sebab lain adalah keringat yang keluar setelah berolahraga atau bekerja, terkena panas matahari, atau alergi makanan atau terjadi auto toksin.


Dasar penyebabnya adalah atopi. Atopi adalah suatu keadaan atau kelainan alergi yang sifatnya diturunkan dari dalam satu keluarga dengan manifestasi penyakit seperti biduran, radang kulit berulang, timbulnya pada tempat tertentu dengan tanda khas sesuai umur (dermatitis atopi), asma, sering pilek , bersin sampai hidung tersumbat dan biasanya terdapat pula tanda lain berupa lingkaran gelap di mata, kulit kering dan wajah agak pucat.

Bila ingin mencoba obat tradisional, minum 3 hari berturut-turut air kelapa hijau yang dicampur dengan sedikit madu.

Bisa juga minum seduhan campuran 2 sendok tes adas (Foeniculum vulgare, Mill), 7 cm rimpang kunyit (Curcuma domestica, Val.), dan 2 butir bawang merah (Alium cepa, L.). Semua bahan setelah dicuci bersih, dilumatkan, lalu diseduh dengan 1½ gelas air. Saring. Setelah agak dingin minum ramuan ini 3x sehari @ ½ gelas, selama beberapa hari.

cara lainya ;

1. Menghindari penyebab sakit biduran, serta bila terdapat gejala penyakit segera diobati.

2. Pijat/tekan titik-titik refleksi meridian terpilih dan di setiap titik refleks dirangsang dengan teknik pelemahan.

a. UB4, membersihkan pencernaan dan mengusir angin.

b. P7, untuk melancarkan energi meridian paru, dan membersihkan paru-paru.

c. LB36 memperkuat daya tahan tubuh, membersihkan lambung.

d. UB11 membersihkan panas, membersihkan lambung.

e. LP10, membersihkan darah.

Perhatian, pada serangan yang kronis biasanya disertai batuk dan sesak nafas. Jika telah dilakukan terapi dan gangguan penyakit tidak segera mereda, sebaiknya penderita dibawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan yang efektif.

apa kata dokter ;
Dari informasi yang Sdr. Sayful berikan, di mana timbul biduran setiap bangun tidur dan setelah mandi, bisa saja alergi tersebut dipicu adanya udara dingin. Namun, biduran juga dapat disebabkan oleh makanan tertentu, seperti obat–obatan, bahan hirupan, infeksi, gigitan serangga, maupun faktor cuaca.

Dapat pula dikarenakan bahan–bahan yang berkontak dengan tubuh, misalkan: arloji, ikat pinggang, karet sandal, dll. Serta, dipengaruhi pula oleh faktor psikis.

Bila penyebab alergi diketahui secara pasti, maka pengelolaan terbaik adalah dengan cara Avoidarce atau menghindari penyebabnya. Namun, seringkali tidak mudah untuk mencari penyebab pastinya.

Pada saat penyebab belum atau tidak diketahui, konsumsi anti-histamin merupakan langkah yang dapat dilakukan. Anti-histamin aman digunakan, sejauh sesuai aturan pakai yang dianjurkan.

Apabila keluhan terus berlanjut, sebaiknya anda berobat ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin terdekat.


dr Sasa Khairunisa, SpKK
Spesialis Kulit dan Kelamin RS Meilia Cibubur

Penanganan Urtikaria di Rumah

Stop makanan, obat-obatan, maupun hal lainnya yang merupakan pencetus urtikaria.Minum obat yang telah diberikan oleh dokter.Jangan menggaruk. Kompres dingin dapat mengurangi gatal dan ketidaknyaman, tapi hati-hati bila urtikaria disebabkan oleh kontak terhadap dingin.Hindari mandi air panas.Hindari aktivitas berat dan yang bisa menimbulkan banyak keringat.Hindari minum alkohol. Hindari sinar matahari secara langsung dan diam di tempat yang baik ventilasinya jika sudah muncul urtika. Gunakan pakaian yang longgar. Usahakan santai dan menghindari stres.

Bila muncul reaksi berat seperti bengkak pada wajah, mulut dan lidah, sesak nafas, sulit menelan, nyeri perut, muntah, diare, lemah, pusing segera datang ke unit gawat darurat.

Pencegahan

Hindari alergen yang diketahui. Termasuk beberapa makanan dan penyedap makanan, obat-obatan dan beberapa situasi seperti panas, dingin atau stres emosional. Membuat catatan. Mencatat kapan dan dimana urtikaria terjadi dan apa yang kita makan. Hal ini akan membantu anda dan dokter untuk mencari penyebab urtikaria.Bersihkan lingkungan sekitar sehingga dapat mengurangi paparan terhadap debu.
Facebook CommentsShowHide

0 komentar

berkomentralah sewajarnya salam saya untuk @BangRinalPurba (senang kenal dan bertemu denganmu)