cara melepaskan susuk emas

dikirim oleh : Webmaster

Saya kurang sependapat, pemasangan susuk berkaitan dengan makhluk ghaib.

Silahkan lihat artikel saya mengenai susuk ini.

Susuk emas/berlian lebih bersifat sugestif.

Seperti pemasangan susuk emas/berlian diwajah, sama sekali tidak ada penggunaan makhluk ghaibnya. Hanya menimbulkan sugesti penuh dan aura alami dari benda tersebut.

Sekali lagi, silahkan gunakan carian untuk artikel mengenai susuk ini.

Cara yang paling betul untuk membuang susuk yang sudah terpasang, cukup dengan melakukan operasi kecil, dengan melakukan rontgen dulu sebelumnya untuk memastikan lokasinya.

Saya jamin 100%, kalau anda mendatangi orang yg memasang susuk tersebut, maka bendanya selamanya akan tetap ada, anda hanya tertipu sekali lagi kalau susuknya sudah diangkat.

Sekali lagi saya tegaskan, penggunaan bahan susuk seperti emas/berlian memiliki aura alami dari benda tersebut. Apalagi pemasangan yg instant. Jelas tidak ada unsur ghaibnya.

Semoga bermanfaat. Dan sekali lagi, biasakanlah tidak terlalu melebih-lebihkan makhluk ghaib bisa ini bisa itu, ada disini ada disitu.

Kita manusia kholifah dimuka bumi ini. Tidak perlu merendahkan diri kita dengan meninggikan mereka dengan berbagai cara dan pandangan tentang mereka.

Semoga bermanfaat.

by habib :

Cara melepaskan susuk menurut Islam
Published by Syafii on August 25, 2009 under Artikel Islam

Dari pertanyaan di forum diskusi yang diasuh oleh Habib Munzir Al Musawwa, terdapat pertanyaan seperti ini

Ya Habiby, teman hamba menyampaikan pertanyaan. Dia pernah pasang susuk dan setelah taubat dan ikut Majelis MR mingguan di Msjd Almunawar. Dan dia cium tangan Habib Munzir, beberapa hari kemudian daerah muka dia pasang susuk seperti tidak ada ganjalan lagi. Yaa Habiby, apakah yang harus dia lakukan? sedang dia gak mau ke tempat pemasangan susuk lagi?

Kemudian Habib Munzir menjawab

Insya Allah ia telah lepas dari susuknya, boleh membaca Subhanallahi wabihamdih 100X di air dan meminumnya, dg niat membersihkan semua susuk dan sihir yg ada dirtubuh, insya Allah sirna.

Kelemahan Susuk

- Pemakai susuk terpaksa mematuhi pantang-larang tertentu. Jika terlanggar pantangan, susuk itu akan keluar dengan sendirinya dan menjadi tawar.

- Susuk ini terpaksa dibuang, sebaiknya oleh yang memakaikan susuk, ataupun melalui cara yang di ajari.

Larangan Susuk

Antara makanan yang menjadi pantangan pemakai susuk (bergantung kepada jenis susuk.)

• Labu air

• Pisang Tanduk

• Pisang emas

• Sate tusuk

• Jantung pisang.

• Dll, sesuai petunjuk yg memasang.

Antara perbuatan yang menjadi pantangan pemakai susuk (bergantung kepada jenis
susuk.)

• Melalui bawah tali jemuran pakaian

• Melalui di bawah tangga/rumah

• Melalui di bawah pohon kelor

• Di lempar bantal

• Minum air penawar.

Pemasangan Susuk.

Ada beberapa cara pemasangan susuk secara umumnya dan secara khusus Pertama, dengan cara disusukkan / ditanam pada bagian tubuh tertentu.

tetang pemakaian susuk menurut ustad :

Home » Dasar-Dasar Islam » Fiqih Islam » Fiqih Kontemporer » Bolehkah Menggunakan Susuk dari Ustadz atau Kiai?
Farid Nu'man Hasan
Bolehkah Menggunakan Susuk dari Ustadz atau Kiai?

Rubrik: Fiqih Kontemporer | Oleh: Farid Nu'man Hasan - 22/01/13 | 08:43 | 09 Rabbi al-Awwal 1434 H

Ada 3 komentar
4873 hits
Email

Ilustrasi. (inet)

Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com - Assalamu’alaikum… Saya ingin tanya apakah boleh atau makruh menggunakan susuk yang diperoleh dari ustadz atau kiai bukan dari dukun? Beberapa pendapat dari ponpes salafy mengatakan ”BOLEH” dengan syarat;

Tidak boleh dari dukun
Bagi laki-laki susuk tidak boleh emas atau perak, karena itu perhiasan wanita dan haram
Dengan niat tujuan baik dunia dan akhirat

Mohon balasannya dan pemahaman ini…

wassalamu’alaikum….

adik setia pertama



Jawaban:

Wa ‘Alaikum Salam wa Rahmatullah wa Barakatuh.

Bismillah wal hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa ba’d:

Susuk adalah logam emas, perak, atau selainnya yang berukuran kecil yang dimasukan ke balik kulit manusia dengan tujuan mempercantik, memperkuat, kekebalan, dan sebagainya, yang dengan itu agar manusia tunduk dan tertarik kepadanya.

Asas dari susuk adalah sihir, dan tidak ada khilafiyah para ulama tentang haramnya mempelajari sihir dan memanfaatkan jasa ahli sihir dan benda-benda yang mengandung sihir seperti susuk, dari siapa pun dia berasal. Bahkan menurut Mazhab Syafi’i, siapa yang mengatakan “boleh” mempelajari dan memanfaatkan jasa sihir maka dia kafir. Sebab itu menghalalkan kesyirikan.

Seorang ustadz tidak akan pernah membolehkan hal ini, kecuali dia adalah dukun yang mengaku-ngaku ustadz, atau barangkali dia tergelincir dalam masalah ini. Maka, hendaknya kita harus berhati-hati. Wallahu A’lam

Menggunakan susuk yang merupakan sejenis penangkal (tamiimah) adalah kesyirikan. Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إن الرقى والتمائم والتولة شركٌ

“Sesungguhnya ruqyah, penangkal, dan pelet, adalah syirik.” (HR. Abu Daud No. 3883, Ibnu Majah No. 3530, Al Baihaqi, As Sunan Al Kubra No. 19387. Syaikh Al Albani menyatakan: shahih. Lihat Shahihul Jami’ No. 1632)

Ada pun alasan “demi kebaikan dunia dan akhirat” ini adalah alasan untuk mentalbis dan membuat syubhat masalah yang sudah jelas haramnya. Dalam fiqih ada kaidah bahwa tujuan yang baik tidak bisa menghalalkan yang haram.

Kaidahnya:

الغاية لا تبرر الوسيلة إلا بدليل

“Tujuan (yang baik) tidaklah membuat boleh sarana (yang haram) kecuali dengan adanya dalil.” (Syaikh Walid bin Rasyid bin Abdul Aziz bin Su’aidan, Tadzkir Al Fuhul bitarjihat Masail Al Ushul, Hal. 3. Lihat juga Talqih Al Ifham Al ‘Aliyah, 3/23)

Tujuan dan niat yang mulia tidak boleh dijalankan dengan sarana yang haram, dan sarana haram itu tetap haram walau dipakai untuk niat dan tujuan yang baik.

Dalilnya:

وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah kamu mencampurkan antara haq dan batil, dan kamu menyembunyikan yang hak itu padahal kamu tahu.” (QS. Al Baqarah (2): 42)

Pemakai susuk biasanya akan ketergantungan dengan susuk tersebut, dia akan merasa pe-de (percaya diri) jika susuk itu ada dalam dirinya, jika lepas maka dia akan mencari-carinya, maka ini jelas merupakan bentuk ketergantungan kepada benda-benda yang sebenarnya sama sekali tidak membawa manfaat dan mudharat. Maka, jauhilah susuk dan tetaplah melindungi diri dengan ayat-ayat Al Quran dan doa-doa ma’tsur, bukan dengan benda-benda.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/01/22/27100/bolehkah-menggunakan-susuk-dari-ustadz-atau-kiai/#ixzz2gr1EviFv
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook


video terkait ;

artikel sebelumnya 
Facebook CommentsShowHide

2 komentar

susuk benda sejenis jarum yang dimasukkan ke dalam tubuh bagian tertentu. Jika ingin cantik dan terlihat mempesona biasanya dimasukkan di area wajah

Bahan untuk pembuatan susuk sangat beraneka ragam seperti : Emas, perak, intan, berlian, permata, sayap binatang samber lilin, besi, baja dan lain sebagainya. Ada banyak sekali kegunaan susuk

tidak semua susuk berbentuk fisik ada pula susuk gaib

Susuk yang menggunakan khodam dari golongan hitam biasanya menyulitkan kematian sehingga harus dicabut

untuk anda yang ingin menghilangkan susuk bisa menghubungi kami di 0813 1482 1884

Syarat & Ketentuan :

Kirimkan Foto dan data diri anda ke kanjengyunita [ at ] gmail.com

http://kanjengyunita.com/menghilangkan-susuk-tubuh/

081314821884

Balas

berkomentralah sewajarnya salam saya untuk @BangRinalPurba (senang kenal dan bertemu denganmu)