produk unggulan ekspor indonesia

10 komoditas ekspor unggulan Indonesia
Tekstil dan produk tekstil
Indonesia Masuk Lima Besar Pemasok Tekstil AS
Atase Perdagangan Indonesia di Washington D.C., Ni Made Ayu Marthini mengungkapkan nilai ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia ke AS senilai US$ 5,1 miliar atau sekitar Rp 51 triliun. "Kita masuk lima besar pemasok tekstil ke sana," ujarnya melalui surat elektronik, Jumat 23 Agustus 2013.

Negara lain yang juga banyak memasok produk tekstil ke Negara Paman Sam, antara lain Cina, India, Pakistan dan Vietnam.

Menurut Made, potensi pasar domestik Amerika Serikat masih sangat besar sehingga ekspor kita masih bisa ditingkatkan. Untuk itu, berbagai kegatan promosi akan terus dilakukan. Terakhir, Made memfasilitasi keikutsertaan beberapa pengusaha tekstil Indonesia dalam pameran Sourcing@Magic (SM) 2013 yang diselenggarakan pada 18-21 Agustus 2013 di Las Vegas, Amerika Serikat.
Karet dan produk karet
SENIN, 24 JUNI 2013 | 16:35 WIB
Produksi Karet Belum Bisa Penuhi Permintaan
Ketua Umum Dewan Karet Nasional Azis Pane mengatakan permintaan karet yang meningkat tidak disertai dengan suplai yang cukup. "Terjadi defisit produksi karet," katanya dalam diskusi Dewan Karet Nasional dengan Kementerian Perindustrian di Hall Pomelotel Residence, Jakarta, Senin, 24 Juni 2013.
Penyerapan ideal karet sebesar 4,2 juta ton per tahun. Adapun produksinya mencapai 1 juta ton saat ini. Azis mengatakan defisit karet diakibatkan sedikitnya lahan dan tidak efektifnya produksi. Ia mengklaim ada 3 juta hektare yang bisa digunakan untuk lahan karet. "Thailand memiliki lahan 2,4 juta hektare, tapi produksinya lebih 4 juta ton."

Akibat produksi yang kecil karet Indonesia belum bisa bersaing di pasar global, termasuk pasar ASEAN. "Tidak ada yang peduli dengan produktivitas karet yang masih rendah, termasuk pemerintah," ujarnya.

Sawit dan produk sawit

Hasil hutan
Ikan dan udang
Sawit Bakal Jadi Produk Ramah Lingkungan
Selasa, 27 Agustus 2013 11:25 WIB
Dua pekan lagi, Konferensi Tingkat Tinggi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) akan digelar di Bali. Tepatnya 5-7 Oktober 2013. Salah satu isu yang akan dibahas dalam ajang tahunan ini yaitu mengenai kelapa sawit. Sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar, pemerintah Indonesia menginginkan produk kelapa sawit diloloskan sebagai produk yang ramah lingkungan.
Dengan begitu, produk kelapa sawit dalam negeri bisa diterima di pasar Uni Eropa dan Amerika Serikat. Seperti diketahui bahwa negara-negara di kedua benua tersebut menganggap sangat penting bahwa produk kelapa sawit yaitu Crude Palm Oil (CPO) harus ramah lingkungan. “Kita sudah berhasil mengagendakan isu produk kelapa sawit di APEC bulan Oktober tahun 2013 ini,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi.

Kopi

Kakao
SELASA, 23 JULI 2013 | 19:15 WIB
Produksi Kakao Nasional Belum Cukupi Kebutuhan
Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Sindra Wijaya meminta pemerintah meningkatkan produksi kakao nasional. Sindra mengatakan peningkatan kapasitas industri pengolahan kakao dan produksi yang cenderung stagnan, Indonesia akan menjadi negara importir kakao pada 2015.

"Sejak bea keluar kakao diterapkan pada 2010, dalam waktu dua tahun kapasitas industri sudah meningkat lebih dari 100 persen. Kami prediksi pada 2015 kapasitas industri sudah mecapai 600.000 ton, sementara produksi di bawah 500.000 ton," kata Sindra.

Artinya, pada 2015 Indonesia pasti berubah dari eksportir menjadi importir," kata Sindra ketika ditemui usai Public Hearing Draft Peraturan Menteri Pertanian tentang Persyaratan Mutu dan Pemasaran Biji Kakao di Kementerian Pertanian, Selasa, 23 Juli 2013.

Sindra mengatakan saat ini produktivitas kakao di Indonesia sebesar 300 kilogram per hektare masih terhitung rendah. Sindra mengatakan idealnya produktivitas kakao bisa mencapai 2 ton per hektare per tahun.

Lada
Minyak atsiri

Kerajinan kayu
Facebook CommentsShowHide

0 komentar

berkomentralah sewajarnya salam saya untuk @BangRinalPurba (senang kenal dan bertemu denganmu)