tips memperkaya wawasan nusantara dan ilmu pengetahuan



Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menambah pemikiran dan nalar kita untuk menjadi orang yang pandai, pintar, aktif dan cerdas selain di tempat - tempat khusus yang telah di sediakan seperti Lembaga - lembaga, Gedung - gedung sekolah, Universtitas dll. Dan disini saya akan menjelaskan sedikit bagian - bagian Cara menambah wawasan, pengetahuan dan nalar kita sebagai seorang pelajar.

1. Pertama - tama jangan sungkan - sungkan untuk beribadah, berdo'a dan meminta kepada tuhan agar supaya apa yang kita harapkan dan apa yang kita impikan semua bisa tercapai.

2. Rajinlah membaca membaca adalah salah satu cara yang sangat ampuh untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan kita, mulai dari membaca apa yang kita sukai seperti halnya membaca novel, cerpen, sejarah, filsafat, dan masih banyak yang lainnya yang tentunya membuat nalar atau pemikiran kita semakin bertambah.

3. Memanfaatkan fasilitas yang ada di sekitar kita, seperti perpustakaan sekolah, perpustakaan kampus, perpustakaan umun dan media - media lainnya seperti Televisi (TV), Radio, dan Internet yang sekarang memang sudah umum dan populer kita gunakan, banyak sekali materi - materi pembelajaran di internet dan televisi yang dapat kita pelajari dengan mudah sesuai dengan keinginan kita seperti artikel - artikel, dokumen, dan buku - buku online yang bisa dengan mudah kita dapatkan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan.

4. Mengambil manfaat dari melakukan banyak obrolan di waktu nongkrong atau bincang - bincang bersama teman - teman. Nah dari situ kita bisa ambil bagian - bagian yang bisa menambah pengetahun dari saling bertukar pemikran informasi yang belum kita pahami, sehingga dengan demikian akan terjadi diskusi atau obrolan yang mengarah pada pembelajaran yang bisa kita kembangkan dengan menyerap ilmu patner atau lawan bicara kita.

5. Selama ada kemauan distu pasti ada jalan. Menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan tidaklah sulit untuk di lakukan selama kita mau berupaya untuk melakukannya, seperti halnya pepatah mengatakan bahwa " Usaha keras akan membawakan hasil yang memuaskan pula ". Tapi jangan menggantungkan semuanya pada itu, karna kita juga tidak tahu takdir tuhan.


lmu bisa berarti proses memperoleh pengetahuan, atau pengetahuan terorganisasi yang diperoleh lewat proses tersebut. Proses keilmuan adalah cara memperoleh pengetahuan secara sistematis tentang suatu sistem. Perolehan sistematis ini umumnya berupa metode ilmiah, dan sistem tersebut umumnya adalah alam semesta. Dalam pengertian ini, ilmu sering disebut sebagai sains.

Tetapi, ilmu dapat pula bermakna jauh berbeda dari pengertian sains. Di masyarakat kita, biasa kita dengar istilah "ilmu hitam", yaitu ilmu yang berkonotasi buruk, misalnya bisa bermakna ilmu yang muncul dari kekuatan gaib yang ditujukan untuk melakukan perbuatan jahat.

Ilmu dapat digolongkan menurut cara berikut ini,

* Humaniora
* Ilmu sosial
* Ilmu pasti (ilmu dalam arti yang lebih ketat)
o Ilmu terapan (rekayasa)
o Matematika
o Ilmu alam
* Ilmu kedokteran dan farmasi

Haruslah dicatat bahwa pemisahan ini berdasarkan konsep filsafat Negara Barat. Teologi, bagian lain dari pengetahuan manusia, tidak dianggap ilmiah sehingga dipisahkan.

Ilmu pasti mempelajari alam, matematika, dan teknologi, sedangkan ilmu sosial mempelajari perilaku manusia dan masyarakat.

Teori "ilmiah" bersifat objektif – dapat dibuktikan secara empiris – dan "prediktif" – menduga hasil empiris yang bisa diperiksa, dan tentu saja mungkin pula bertentangan.


Etos kerja di jejaring kelembagaan Iptek nasional kita masih jauh dari yang diharapkan. Kita tahu kelembagaan penelitian dan pengembangan (litbang) Iptek sangat penting dalam mendukung penguatan Sistem Inovasi Nasional (SIN). Sampai saat ini masih terdapat permasalahan mendasar  terkait dengan kelembagaan Iptek, antara lain lembaga litbang relatif lemah dalam menjalankan fungsi operasionalnya, adanya tumpang tindih tupoksi/program/kegiatan, serta pengelolaan litbang yang masih berorientasi teknis. Kesemuanya itu, secara pasti memberikan pengaruh langsung terhadap etos kerja manusia yang mengawakinya, dan itulah yang bisa kita lihat dalam jejaring kelembagaan Iptek nasional.

Lemahnya implementasi pemahaman wawasan nusantara dalam memberikan arah Kebijakan  dan Strategi Pembangunan Iptek  Nasional serta lemahnya aplikasi di lapangan terasa sangat dominan.  Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005- 2025 menyatakan bahwa visi pembangunan nasional adalah menuju Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. Dalam  pengembangan jejaring  iptek untuk kepentingan nasional diarahkan pada peningkatan kualitas dan pemanfaatan iptek nasional dalam rangka mendukung daya saing secara global.

Hal itu dilakukan melalui peningkatan, penguasaan, dan penerapan iptek secara luas dalam sistem produksi barang/jasa, pembangunan pusat-pusat keunggulan iptek, pengembangan lembaga penelitian yang andal, pewujudan sistem pengakuan terhadap hasil penemuan dan hak atas kekayaan intelektual, pengembangan dan penerapan standar mutu peningkatan kualitas dan kuantitas SDM iptek, peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana iptek. Berbagai langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berbasis pengetahuan.



Facebook CommentsShowHide