mencari gagasan usaha baru dalam wirausaha dan PPT pDF

untuk PPT nya anda boleh mendownload di sini ;(silahkan refresh jika tak jalan)
atau yang ini juga bisa :


Ppt mencari gagasan usaha from indraihwan84
yang dalam bentuk PDF
lihat disini
gagasan usaha baru dalam wirausaha 
 Sumber Gagasan Usaha 

Para pelaku usaha baru pada umumnya merasa bingung jika dihadapkan pada pilihan harus memilih jenis usaha atau kegiatan produksi yang akan dijadikan awal dari pendirian bisnisnya. Tak jarang pula, para pelaku usaha yang salah langkah dalam mengembangkan bisnisnya dalam upaya meningkatkan kemajuan usahanya yang lama. Hal yang wajar terjadi karena minimnya informasi yang dimiliki. 

Sumber gagasan usaha adalah sesuatu yang dapat mendatangkan inspirasi, yang dapat diuraikan sebagai berikut :

Dengan membaca akan dapat melahirkan ide/ gagasan usaha yang sangat luas dan akan termotifasi untuk membuat usaha baru.
Dengan terjun langsung ke lapangan, melihat langsung ke objek yang dianggap menarik dan mengambil sampel yang diperlukan akan lebih banyak menghasilkan peluang melahirkan ide / gagasan usaha,
Pengalaman dalam suatu pekerjaan tertentu juga dapat dijadikan sebagai sumber gagasan usaha dengan mengadopsi seluruh atau sebagian teknologi ( alih teknologi ).
Teknologi yang ada disekitar anda, juga merupakan sumber inspirasi untuk gagasan usaha baru.
Kebutuhan pasar juga dapat dijadikan sebagai gagasan usaha, hal ini karena kebutuhan pasar akan produk-produk selalu berubah.
Kegiatan pesaing dalam melakukan inovasi produk, juga dapat memunculkan ide/ gagasan bisnis baru sebagai produk tiruan atau turunan yang hampir sama fungsinya.
Mendistribusikan suatu produk merupakan kesulitan tersendiri bagi perusahaan dan ini merupakan peluang untuk menjadi gagasan usaha yang baru.
Perubahan lingkungan sebagai akibat dari aktifitas bisnis akan memunculkan ide/ gagasan bisnis baru karena perubahan pola hidup dan kebutuhan.

 Memulai usaha baru
Dalam berwirausaha,yang paling penting adalah gagasan.Gagasan usaha sungguhan(real business) bukan gagasan usaha khayalan(illusionary business),bukan usaha spekulasi(speculative business),maupun bukan “dakonan”(monay games).kedua hal tersebut sangat mudah untuk membedakannya,yaitu dengan memakai ukuran apakah usahanya merupakan jalan pintas untuk kaya raya dalam waktu yang singkat? Apabila jawabannya ya, maka dapat di indikasikan bahwa usaha tersebut bukan usaha sungguhan. Dalam bahasa yang popular,dikenal dengan sebutan pelanggaran etika bisnis. Walaupun kemungkinan ujungnya sama,yaitu kaya raya,usaha sungguhan akan melalui jalan yang realistis dan memakan waktu yang cukup lama.

Gagasan usaha sebaiknya di sesuaikan dangan kepribadian kita,yang kita sukai,sesuai dengan panggilan jiwa kita.  Ada dua petunjuk praktis untuk memunculkan gagasan usaha,yang pertama menghadiri berbagai pameran,seminar,workshop/lokalnya dan lain lain serta mencoba untuk mengambil pelajaran darisemua itu. Yang kedua,apa yang dikenal dengan “ATM”(Amati,Tiru gagasannya,dan Modifikasi produknya atau dalam ungkapan Jawa niteni,nirokake,nambahake). Oleh karena pada umumnya wirausaha yang berhasil memulai usahanya dari usaha mikro/kecil,maka mulailah laksanakan gagasan melalui usaha sekala kecil,untuk mencari pengalaman terlebih dahulu. Apabila sudah ada pengalaman,maka akan mudah dalam melangkah ke usaha yang lebih besar.

Dalam melangkah ke bisnisyang lebih besar,biasanya diperlukan modal yang besar,baik modal investasi maupun modal kerja.Sebetulnya banyak  sumber-sumber pendanaan bagi wirausaha,terutama dari perbankan. Untuk mendapatkan pembiayaan dari perbankan biasanya sangat ketat persyaratannya. Mereka yang sudahmemenuhi persyaratanperbankan biasanya disebut perusahaan/bisnisnya sudah bankable.Mereka juga harus membuktikan diri yang tergantung dalam laporan keuangan paling sedikit dua tahun berturut-turut usahanya meguntungkan.

1.Charakter,yaitu  informasi tentang kepribadian calon,seperti sifat,kebiasaan,cara hidup,keadaan,danlatar belakang keluarga maupun hobinya.Charakter ini untuk mengetahui calon nasabah jujur dalam berusaha dan dalam pengembalian pinjamannya.

2.Capacity, yaitu kemampuan calon nasabah dalam mengelola usahanya yang dapat dilihat dari pendidikan,penalaman,sejarah yang pernah dikelola dan cara mengatasi kesulitan-kesulitan.

3.Capital,yaitu kondisi kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang dikelolanya. Hal ini dapat dilihat dari neraca,laporan rugi laba,struktur permodalan,ratio-ratio keuntungan yang diperoleh. Dari uraian itu dapat dinilai apakah nasabah tersebut layak diberi pinjaman.

4.Condition, yaitu kondisi ekonomi yang dikaitkan dengan prospekusaha calon nasabah.
5.Collateral, yaitu jaminan yang mungkin bias disita apabila ternyata calon pelanggan tidak dapat memenuhi kewajibannya.

(Aris faozan 12115658   ”12.1E.24”)

Facebook CommentsShowHide

0 komentar

berkomentralah sewajarnya salam saya untuk @BangRinalPurba (senang kenal dan bertemu denganmu)