pengertian masyarakat multikultural menurut para ahli sosiologi

masyarakat multikultural adalah termasuk masayarakat atau sekempulan orang dari budaya yang berbeda, orang dari berbagai warna, kebangsaan bahasa, kepercayaan dan kebiasaan dalam satu komunitas.
Banyak orang bangga mengatakan bahwa mereka tidak rasists tetapi dalam kenyataannya mereka tidak pernah hidup damai dengan orang-orang dari warna yang berbeda sebelah.

Orang secara alami dibagi sesuai dengan warna kulit, jenis rambut yang mereka miliki, bentuk wajah dll tapi kita tidak bisa menilai orang, menghakiminya dengan mudah karena budaya mereka jelak dan lain-lain dan kami, kita harus mencoba untuk membawa orang-orang dari berbagai ras bersama sehingga mereka tinggal dan bekerja damai bersama-sama. Dalam sejarah dunia ada banyak contoh kerjasama yang sangat baik dari orang dari kebangsaan yang berbeda, ras dan keyakinan. Saling pengertian dan toleransi sangat penting karena semua orang perlu dihargai.

Menurut Pierre L. Van den Berghe
Ia tidak membuat suatu definisi khusus tentang masyarakat multikultural tetapi menyebutkan beberapa karakteristik yang merupakan sifat-sifat masyarakat multikultural yaitu sebagai berikut.
1) Terjadi segmentasi ke dalam kelompok sub budaya yang saling berbeda.
2) Memiliki struktur yang terbagi ke dalam lembaga non komplementer.
3) Kurang mengembangkan konsensus di antara anggota terhadap nilai yang bersifat dasar.
4) Secara relatif integrasi sosial tumbuh di atas paksaan dan saling tergantung secara ekonomi.
5) Adanya dominasi politik suatu kelompok atas kelompok lain

Masyarakat Indonesia yang Multikultural
Indonesia adalah salah satu negara di belahan timur bumi yang kaya, baik berupa kekayaan sumber daya alam maupun kekayaan sumber daya sosial. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh banyak ahli ilmu sosial di Indonesia, tercatat sekitar 300 suku bangsa dengan bahasa, adapt istiadat dan agama yang berbeda-beda. Namun suatu hal yang membanggakan bahwa meskipun tingkat kemajemukannya tinggi tetapi tetap kokoh sebagai suatu kesatuan. Hal ini didasarkan pada ide atau cita-cita yang terdapat dalam lambing negara yang dilengkapi dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Mekipun dengan semboyan demikian, bukan berarti di dalam masyarakat Indonesia yang multikultural itu tidak terjadi gejolak-gejolak yang mengarah kepada pepecahan dalam segala bidang. Hal yang terpenting adalah mayoritas kelompok atau lingkungan hukum adat yang ada mengakui dan menyadari akan kesatuan di dalam keanekaragaman yang ada. Kebhinekaan masyarakat Indonesia dapat dilihat dari dua cara sebagai berikut.

a. Secara Horizontal (Diferensiasi)
1) Perbedaan Fisik atau ras
Berdasarkan perbedaan fisik atau rasnya, di Indonesia terdapat golongan-golongan fisik penduduk sebagai berikut.
a) Golongan orang Papua Melanosoid. Golongan penduduk ini bermukim di pulau Papua, Kei dan Aru. Mereka mempunyai cirri fisik seperti rambut keriting, bibir tebal, dan berkulit hitam.
b) Golongan orang Mongoloid. Berdiam di sebagian besar kepulauan Indonesia, khususnya di kepulauan Sunda besar (kawasan Indonesia Barat), dengan cirri-ciri rambut ikal dan lurus, muka agak bulat, kulit putih hingga sawo matang.
c) Golongan Vedoid, antara lain orang-orang Kubu, Sakai, Mentawai, Enggano, dan Tomura dengan cirri-ciri fisik bertubuh relative kecil, kulit sawo matang, dan rambut berombak.

POLITIK ALIRAN

A) Konsep
Politik aliran adalah suatu kelompok masyarakat yang tergabung dalam ormas-ormas yang memiliki suatu pemersatu berupa partai politik dalam suatu negara, sehingga ormas tersebut dikatakan penganut partai yang memang dijadikan pemersatu dalam negara.

B) Definisi
Politik Aliran adalah suatu organisasi masyarakat yang memiliki dekengan (jawa) untuk memelihara dan menyejahterakan anggotanya. Contoh : Hahdhotul Ulama’ memiliki dekengan berupa Partai Kebangkitan Bangsa(PKB), Muhammadiyyah memiliki dekengan berupa Partai Amanat Nasional(PAN), dll.

C) Penjelasan definisi
Jadi, jelas bahwa politik aliran adalah suatu partai politik yang memiliki suatu dukungan dari suatu organisasi masyarakat sebagai pembangun kekuatan dalam pemilihan umum.

2) Perbedaan suku bangsa
Di Indonesia, hidup sekitar 300 suku bangsa dengan jumlahsetiap sukunya beragam, mulai dari beberapa ratus orang saja hingga puluhan juta orang. Suku yang populasinya terbanyak antara lain suku Jawa, Sunda, Dayak, Batak, Minang, Melayu, Aceh, Manado, dan Makasar. Di samping itu, terdapat pula suku bangsa yang jumlah penduduknya hanya sedikit, misalnya suku Nias, Kubu, Mentawai, Asmat dan suku lainnya.

3) Perbedaan agama
Aninisme dan dinanisme merupakan kepercayaan yang paling tua dan berkembang sejak zaman prasejarah, sebelum bangsa Indonesia mengenal tulisan. Agama Hindu dan agama Budha datang ke Indonesia dari daratan India sekitar abad ke 5 SM, bukti-bukti tertulisnya ditemukan di kerajaan Kutai (Kalimantan Timur) dan kerajaan Tarumanegara (Bogor). Agama Islam datang dari Arab Saudi melalui India Selatan di abad ke-7. Agama Islam menjadi agama terbesar dan dianut oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Orang Eropa datang ke Indonesia pada awal abad ke-19dengan membawa agama Nasrani yang kemudian hari juga banyak dianut oleh penduduk Indonesia.

4) Perbedaan jenis kelamin
Perbedaan jenis kelamin adalah sesuatu yang sangat alami. Perbedaan seperti ini tidak menunjukkan adanya tingkatan atau perbedaan kedudukan dalam sistem sosial. Anggapan superior bagi laki-laki dan inferior bagi perempuan adalah tidak benar. Masing-masing mempunyai peran dan tanggung jawab yang saling membutuhkan dan melengkapi.

Apa masalah yang didapat dari masyarakat multikulturalisme?
adaptasi budaya sangat sulit ketika imigran harus beradaptasi dengan nilai-nilai budaya yang sama sekali berbeda atau agama. Kurangnya integrasi budaya dapat menyebabkan isolasi imigran minoritas. Hal ini dapat memicu reaksi seperti xenophobia atau rasisme yang dapat menyebabkan insiden serius. kekerasan urban, kerusuhan sosial di Perancis pada tahun 2005 dan di London pada tahun 2011 disebabkan oleh frustrasi di kalangan etnis minoritas lebih rasisme dan pengangguran adalah contohnya. bentrokan antara geng dan polisi di pinggiran kota miskin yang terlibat pembakaran mobil dan buildings.di ruang publik tahun 2006, ada serangkaian ptotests di banyak negara Muslim aginst Kartun Mohamed diterbitkan di surat kabar Denmark.
karikatur ini memicu bentrokan antara dunia Muslim dan peradaban Barat.

Multikulturalisme dan Mitos Nasional

Di Amerika Serikat, imigrasi massal berkelanjutan telah menjadi fitur dari ekonomi dan masyarakat sejak paruh pertama abad ke-19. Penyerapan aliran imigran itu sendiri menjadi fitur yang menonjol dari mitos nasional Amerika, inspirasi narasi sendiri tentang masa lalu.

ekspresi tertentu yang berlawanan dengan Amerika sebagai  semboyan "Melting Pot," metafora yang menyiratkan bahwa semua budaya imigran bercampur dan digabung tanpa intervensi negara. Metafora ini juga menunjukkan bahwa setiap imigran individu, dan masing-masing kelompok imigran, berasimilasi ke dalam masyarakat Amerika dengan langkah mereka sendiri. NAMUN, Tradisi Melting Pot co- ada dengan keyakinan persatuan nasional, yang berasal dari pendiri Amerika:
Facebook CommentsShowHide

0 komentar

berkomentralah sewajarnya salam saya untuk @BangRinalPurba (senang kenal dan bertemu denganmu)