keberagaman agama di indonesia

Membangun Bangsa dengan Keragaman Agama
Pemahaman terhadap suatu agama harus dimulai dengan pemahaman terhadap dasar-dasar ajaran dari agama itu sendiri. Tanpa memahami dasar-dasar agama, seseorang akan mudah terhasud oleh kelompok-kelompok yang sedang berkepentingan.

Demikian pula untuk memahami ajaran agama Islam, harus memahami dasar-dasarnya secara mendalam dan menyeluruh. Dalam Al Qur’an ditegaskan “Udkhulu fis silmi kaffah” yang artinya “masuklah kamu semua ke dalam agama Islam secara keseluruhan”. Sebagaimana pernah di kemukakan oleh KH. Muchit Muzadi bahwa untuk menjadi muslim yang kaffah harus ada keseimbangan antara ibadah ritual dan ibadah sosial.

Konsep ibadah dalam Islam sendiri mempunyai cakupan yang sangat luas, ibadah ritual merupakan bentuk ibadah vertikal antara seorang hamba kepada Tuhannya, sedangkan ibadah sosial adalah manifestasi dari hubungan antar sesama ciptaanNya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua bentuk ibadah tersebut mutlak harus dilakukan oleh seorang muslim menyatakan dirinya adalah muslim yang kaffah.

Toleransi Antar Umat Beragama

Sebagai makhluk sosial manusia tentunya harus hidup sebuah masyarakat yang kompleks akan nilai karena terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Untuk menjaga persatuan antar umat beragama maka diperlukan sikap toleransi.dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sikap memiliki arti perbuatan dsb yang berdasarkan pada pendirian, dan atau keyakinan sedangkan toleransi berasal dari bahasa Latin yaitu tolerare artinya menahan diri, bersikap sabar,membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda (W.J.S Poerwodarminto; wartawarga.gunadarma.ac.id/).

a.Negatif

Isi ajaran dan penganutnya tidak dihargai. Isi ajaran dan penganutnya hanya dibiarkan saja karena menguntungkan dalam keadaan terpaksa.Contoh PKI atau orang-orang yang beraliran komunis di Indonesia pada zamanIndonesia baru merdeka.

b.Positif

Isi ajaran ditolak, tetapi penganutnya diterima serta dihargai.Contoh Anda beragama Islam wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran agama Anda, tetapi penganutnya atau manusianya Anda hargai.

c.Ekumenis

Isi ajaran serta penganutnya dihargai, karena dalam ajaran mereka itu terdapat unsur-unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan sendiri.Contoh Anda dengan teman Anda sama-sama beragama Islam atau Kristen tetapi berbeda aliran atau paham.

Toleransi antar umat beragama merupakan hal yang sangat penting untuk selalu kita bina dan kita lestarikan, karena dengan saling bertoleransi antar sesama dalam kehidupan ini akan tercipta kedamaian dan keharmonisan, tanpa adanya rasa permusuhan dan saling mencurigai. Bahkan Rasulullah sendiripun telah memberi contoh kepada kita semua. Dimana pada masa hidup Rasulullah toleransi antar umat beragama itu beliau gambarkan dalam hubungan jual-beli dan saling memberi dengan non muslim.

Menjadikan Perbedaan sebagai Kekuatan

Kemajemukan bangsa Indonesia begitu nyata tercermin dalam keseharian manusia Indonesia. Mulai dari warna kulit, ras, etnik, agama, bahasa, adat tradisi, ideologi politik, hingga status sosial. Banyak negara di dunia yang mengakui betapa sulitnya untuk menciptakan kebersamaan atau bahkan kekuatan dari karakter bangsa yang majemuk.

Belum lama ini, Kanselir Jerman Angela Merkel mengungkapkan bahwa segala upaya menciptakan masyarakat majemuk budaya di Jerman gagal. Menurutnya membiarkan masyarakat dari latar belakang budaya yang berbeda untuk hidup berdampingan tanpa membaur ternyata tidak berhasil di negaranya.

Sebagai salah satu warisan pendiri bangsa, bhinneka tunggal ika jelas bukan sekadar slogan belaka. Sejarah membuktikan bahwa segala perbedaan justru bisa menjadi sumber kekuatan untuk lepas dari penjajahan. Bersama dengan itu berkembang pula gagasan tentang kebersamaan dan kesetaraan di antara anak bangsa, tanpa membedakan asal-usul, suku, dan agama, sebagai nilai penentu kebangsaan.

Dalam sebuah konferensi tentang pluralitas di Roma, Italia tahun lalu, Indonesia mendapat pujian sebagai “model masyarakat plural”. Tentu penghargaan itu bukan asal diberikan. Dunia internasional terpukau atas pluralitas bangsa yang menghuni sekitar 5.000 pulau di sepanjang khatulistiwa. Di tengah 250 lebih bahasa dan dialek, lebih dari 1.000 etnis dan subetnis.

Sebuah bangsa yang sangat majemuk tetapi bisa hidup berdampingan secara relatif damai. Bahkan, konstitusi bangsa ini juga dibangun dari keberagaman, dialog dan perdebatanperdebatan yang beradab. Namun, sepanjang waktu masih bergulir, dinamika masyarakat, teknologi dan pergaulan dunia akan memengaruhi keberagaman di Indonesia. Gagasan kebangsaan di tengah kemajemukan akan senantiasa diuji perkembangan jaman.

Kondisi masyarakat yang majemuk bisa membuat suatu komunitas negara menjadi rentan (vulnerable) dengan potensi konflik. Selain menjadi kekayaan bangsa, kemajemukan sangat berpotensi memicu terjadinya disharmoni bahkan kekerasan antar elemen yang ada. Hampir di seluruh dunia, gejala fragmentasi sosial tampak makin meluas. Konflik antar golongan muncul dalam berbagai bentuk berupa konflik etnik, budaya, agama, atau politik. Kondisi itu jelas bisa merusak tatanan sosial hingga menyebabkan kehancuran modal sosial.

bada jug a

video terkait ;
DIPOSKAN OLE +Rinal Purba
Facebook CommentsShowHide

0 komentar

berkomentralah sewajarnya salam saya untuk @BangRinalPurba (senang kenal dan bertemu denganmu)