peranan ibu bapa dalam mendidik anak

secara umum dan hukum Hak Dan Kewajiban Orang Tua Terhadap anak
Sebagaimana kita ketahui bahwa perkawinan merupakan suatu perjanjian hidup bersama antara dua jenis kelamin untuk menempuh kehidupan rumah tangga,semenjak dari keberlangsungan perjanjian melalui akad,kedua belah pihak telah terikat dan sejak itu mereka mempunyai hak dan kewajiban yang tidak mereka miliki sebelumnya.Maka dalam hal yang seperti ini focus kita terhadap hak dan kewajiban orang tua terhadap anak atau disebut juga hak dan kewajiban bersama,bukan hak dan kewajiban terhadap salah satu keduanya suami-istri.

Yang dimaksud dengan hak bersama suami-istri ini adalah hak bersama secara timbal balik dari pasangan suami istri terhadap yang lain,yakni[2] :
ü  Boleh bergaul dan bersenang-senang diantara keduanya.
ü  Timbulnya hubungan suami dengan keluarga istrinya dan begitu juga sebaliknya,yang lazim disebut hubungan mushaharah.
ü  Hubungan saling mewarisi diantara suami-istri.Setiap pihak berhak mewarisi pihak lain bila terjadinya kematian.
Sedangkan kewajiban keduanya secara bersama dengan terjadinya perkawinan itu secara garis besar adalah:
ü  Memelihara dan mendidik anak keturunan yang lahir dari perkawinan tersebut.
ü  Memelihara kehidupan rumah tangga yang sakinah,mawaddah dan warahmah.

Dari item diatas pada bagian kedua yang merupakan kewajiban orang tua terhadap anaknya dan tidak terlepas dari tanggung jawab untuk membekali anak dengan kebutuhan yang seharusnya menjadi hak anak tersebut,baik itu pemeliharaan maupun didikan.Maka dalam hal ini memelihara dan mendidik mempunyai penjabaran yang sangat luas,sehingga peran orang tua dalam hal ini sangat membantu akan tumbuh kembang anak tersebut.

Dalam pengertian yang lebih spesifik para ulama figh menyebutnya dengan hadanah yang berarti pemeliharaan terhadap anak yang masih kecil atau sudah besar sekalipun,akan tetapi belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk (mumayyiz),menyediakan sesuatu yang menjadikan kebaikannya,menjaga dari sesuatu yang menyakiti dan merusaknya,mendidik jasmani,rohani dan akalnya agar mampu berdiri sendiri menghadapi hidup dan memikul tanggung jawabnya[3].


Oleh sebab itu pembekalan anak dengan ilmu agama hendaknya dilakukan sedini mungkin dengan berbagai upaya,karena ia merupakan farzhu ‘ain yang bersifat individual.Hal ini ditegaskan para ulama dengan pernyataan bahwa haram terhadap seseorang menuntut ilmu selain ilmu agama sebelum ia membekali diri dengan ilmu agama tersebut,yakni ilmu Tauhid yang mengesakan Allah,ilmu Fiqih yang sifatnya tata cara pelaksanaan ibadah dan ilmu lainnya.

sebagaimana dalm islam 
Anak adalah amanah Allah SWT kepada ayah dan ibunya, oleh karena itu harus senantiasa dipelihara, dididik dan dibina dengan sungguh-sungguh agar supaya menjadi orang yang baik, jangan sampai anak tersebut tersesat jalan dalam menempuh jalan hidupnya.

 Maka kewajiban orang tua terhadap anaknya bukan hanya mencarikan nafkah dan memberinya pakaian, atau kesenangan-kesenangan yang sifatnya duniawi, tetapi lebih dari itu orang tua harus mengarahkan anak-anaknya untuk mengerti kebenaran, mendidik akhlaqnya, memberinya contoh yang baik-baik serta mendoakannya.


Antara adab/tanggungjawab seorang anak terhadap ibubapanya adalah seperti berikut:
1. Sentiasa taat dan patuh terhadap suruhan /ajaran ibubapa. Sesuai dengan perintah Allah swt supaya pertama-tamanya beribadat kepadaNya dan selepas itu taat kepada kedua ibubapa.

2. Hendaklah bercakap dengan lemah lembut dan suara yang rendah ketika bertutur dengan ibubapa. Jangan sekali-kali membantah dan mengherdik mereka dengan apa jua perkataan kerana perbuatan itu ditegah Allah SWT .

3. Sentiasa hormat dan kasih sayang kepada kedua ibubapa.

4. Jangan sekali-kali menderhaka kepada mereka, kerana derhaka kepada kedua ibubapa adalah suatu dosa besar. Anak yang tidak mendapat keredhaan ibubapnya akan tidak mendapat keredhaan Allah dan ibadatnya tidak diterima Allah swt.

5. Sentiasalah mendoakan dan meminta keampunan untuk mereka, sama ada mereka masih hidup atau setelah mereka meninggal dunia dengan berdoa'
" Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua ibubapaku, rahmatilah kedua-duanya sebagaimana mereka memeliharaku pada waktu kecil"

6. Hendaklah memanggil ibubapa dengan panggilan yang disenangi mereka.

7. Gembirakanlah hati ibubapa dengan menolong kerja rumah di samping melayani dengan penuh kasih sayang (jika tinggal bersama) atau dengan memberikan apa juga bantuan mengikut keperluan yang dihadapi semasa menghadapi saki baki hidupnya.

8. Ucapkan salam dan pohon kemaafan kepada ibu bapa ketika bertemu dan berpisah dengan mereka, kerana mungkin salah seorang darinya (anak atau ibu dan bapa) akan meninggalkan dunia yang fana ini tanpa dijangka.

9. Muliakan sahabat-sahabat ibubapa, hubungkan tali silaturrahim dengan keluarga dan sahabt-sahabat mereka.

10. Apabila mereka sudah lanjut umur (tua) dan uzur, hendaklah dipenuhi segala keperluan mereka. Selalu menziarahi mereka kerana dengan ini boleh menghibur dan mentetenteramkannya, sebagai melahirkan kesyukuran kepada Allah terhadap jasabakti yang telah dapat dinikmati.

11. Apabila ibubapa meninggal dunia, anak hendaklah membanyakkan berdoa untuk keselamatan dan mendapat rahmat dari Allah, banyakkan bersedekah dan membacakan ayat-suci Al Quran untuk dihadiahkan pahalanya kepada mereka. Semua kebajikan yang dilakukan akan diterima berterusan pahalanya untuk mereka di sisi Allah swt. Inilah satu kaedah yang berterusaa yang menghubungkan antara anak dan ibubapa walaupun jasad mereka tidak ada lagi.

Semoga panduan ringkas adab atau tanggungjawab anak terhadap ibupapa ini dapat dihayati serta dikongsi bersama oleh kita semua dan anak-anak zuriat kita.
Facebook CommentsShowHide

0 komentar

berkomentralah sewajarnya salam saya untuk @BangRinalPurba (senang kenal dan bertemu denganmu)