tipe gaya kepemimpinan kepala sekolah yang baik

Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Untuk itu kepala sekolah harus mengetahui tugas-tugas yang harus ia laksankan. Adapun tugas-tugas dari kepala sekolah seperti yang dikemukakan Wahjosumidjo (2002:97) adalah Kepala sekolah bekerja dengan dan melalui orang lain.

Kepala sekolah bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan. Kepala sekola bertindak dan bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan oleh bawahan. Perbuatan yang dilakukan oleh para guru, siswa, staf, dan orang tua siswa tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab kepala sekolah.
Kepala sekolah harus berfikir secara analitik dan konsepsional. Kepala sekolah harus dapat memecahkan persoalan melalui satu analisis, kemudian menyelesaikan persoalan dengan satu solusi yang feasible. Serta harus dapat melihatsetiap tugas sebagai satu keseluruhan yang saling berkaitan.

Kepala sekolah adalah seorang mediator atau juru penengah. Dalam lingkungan sekolah sebagai suatu organisasi di dalamnya terdiri dari manusia yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda yang bisa menimbulkan konflik untuk itu kepala sekolah harus jadi penengah dalam konflik tersebut.

Kepala sekolah adalah seorang politisi. Kepala sekolah harus dapat membangun hubungan kerja sama melalui pendekatan persuasi dan kesepakatan (compromise). Peran politis kepala sekolah dapat berkembang secara efektif, apabila: (1) dapat dikembangkan prinsip jaringan saling pengertian terhadap kewajiban masing-masing, (2) terbentuknya aliasi atau koalisi, seperti organisasi profesi, OSIS, BP3, dan sebagainya; (3) terciptanya kerjasama (cooperation) dengan berbagai pihak, sehingga aneka macam aktivitas dapat dilaksanakan.

Kepala sekolah adalah seorang diplomat. Dalam berbagai macam pertemuan kepala sekolah adalah wakil resmi sekolah yang dipimpinnya.

Dari konsep diatas dapat disimpulkan bahwasan kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah untuk memimpin dan mengelola sekolah/madrasah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan baik.  

Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional, terdapat tujuh peran utama kepala sekolah yang salah satunya adalah sebagai supervisor. Sebagai supervisor, kepala sekolah mempunyai beberapa peran penting, yaitu:
  • Melaksanakan penelitian sederhana untuk perbaikan situasi dan kondisi proses belajar mengajar.
  • Mengadakan observasi kelas untuk peningkatan efektivitas proses belajar mengajar.
  • Melaksanakan pertemuan individual secara profesional dengan guru untuk meningkatkan profesi guru.
  • Menyediakan waktu dan pelayanan bagi guru secara profesional dalam pemecahan masalah proses belajar mengajar.
  • Menyediakan dukungan dan suasana kondusif bagi guru dalam perbaikan dan peningkatan mutu proses belajar mengajar.
  • Melaksanakan pengembangan staf yang berencana dan terarah.
  • Melaksanakan kerjasama dengan guru untuk mengevaluasi hasil belajar secara komprehensif.
  • Menciptakan team work yang dinamis dan profesional.
  • Menilai hasil belajar peserta didik secara komprehensif.[14]
Tugas kepala sekolah sebagai supervisor diwujudkan dalam kemampuannya menyusun dan melaksanakan program supervisi pendidikan serta memanfaatkan hasilnya. Kemampuan menyusun program supervisi pendidikan harus diwujudkan dalam penyusunan program supervisi kelas, pengembangan program supervisi untuk kegiatan ekstra-kurikuler, pengembangan program supervisi perpustakaan, laboraturium dan ujian. Kemampuan melaksanakan program supervisi pendidikan diwujudkan dalam pelaksanaan program supervisi klinis dan dalam program supervisi kegiatan ekstra-kurikuler.

Sedangkan kemampuan memanfaatkan hasil supervisi pendidikan diwujudkan dalam pemanfaatan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pemanfaatan hasil supervisi untuk mengembangkan sekolah.Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional, terdapat tujuh peran utama kepala sekolah yang salah satunya adalah sebagai supervisor.

Sebagai supervisor, kepala sekolah mempunyai beberapa peran penting, yaitu:
  • Melaksanakan penelitian sederhana untuk perbaikan situasi dan kondisi proses belajar mengajar.
  • Mengadakan observasi kelas untuk peningkatan efektivitas proses belajar mengajar.
  • Melaksanakan pertemuan individual secara profesional dengan guru untuk meningkatkan profesi guru.
  • Menyediakan waktu dan pelayanan bagi guru secara profesional dalam pemecahan masalah proses belajar mengajar.
  • Menyediakan dukungan dan suasana kondusif bagi guru dalam perbaikan dan peningkatan mutu proses belajar mengajar.
  • Melaksanakan pengembangan staf yang berencana dan terarah.
  • Melaksanakan kerjasama dengan guru untuk mengevaluasi hasil belajar secara komprehensif.
  • Menciptakan team work yang dinamis dan profesional.
  • Menilai hasil belajar peserta didik secara komprehensif.
Tugas kepala sekolah sebagai supervisor diwujudkan dalam kemampuannya menyusun dan melaksanakan program supervisi pendidikan serta memanfaatkan hasilnya. Kemampuan menyusun program supervisi pendidikan harus diwujudkan dalam penyusunan program supervisi kelas, pengembangan program supervisi untuk kegiatan ekstra-kurikuler, pengembangan program supervisi perpustakaan, laboraturium dan ujian. Kemampuan melaksanakan program supervisi pendidikan diwujudkan dalam pelaksanaan program supervisi klinis dan dalam program supervisi kegiatan ekstra-kurikuler.

Sedangkan kemampuan memanfaatkan hasil supervisi pendidikan diwujudkan dalam pemanfaatan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pemanfaatan hasil supervisi untuk mengembangkan sekolah.

ntuk mendapatkan kepala sekolah yang bermutu ternyata juga tidak mudah. Belum tentu guru yang telah lama mengajar, secara otomatis memiliki kemampuan memimpin dan juga managerial yang baik. Kemampuan kepala sekolah hingga disebut unggul itu ternyata merupakan hasil dari berbagai kelebihan secara komulatif, misalnya yang bersangkutan telah berpengalaman panjang mengelola lembaga pendidikan, memiliki bakat memimpin, dan kemampuan manajerial, serta pengetahuan dan ketrampilan yang didapatkan dari berbagai pengalaman dan pelatihan.

Kesulitan mendapatkan kepala sekolah menjadi lebih sempurna takala harus berrhadapan dengan berbagai peraturan. Syarat-syarat administrasi sebagai kepala sekolah kadang juga tidak mudah dipenuhi. Belum lagi adanya aturan, misalnya tidak boleh seseorang menjabat sebagai kepala sekolah melebihi dua kali berturut-turut. Jabatan kepala sekolah rupanya disamakan dengan jabatan politik. Padahal kepala sekolah mestinya lebih dilihat sebagai jabatan professional. Tatkala mengembangkan sekolah, mestinya yang diutamakan adalah kemajuan sekolah itu, bukan sebatas mementingkan pergantian kepala sekolah, sedangkan akibatnya bisa menurunkan kualitas lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Orientasi berpikir politik rupanya akhir-akhir ini mewarnai seluruh kehidupan masyarakat, termasuk pada dunia pendidikan. Apa saja dilihat dari kacamata politik. Tidak dibedakan lagi antara wilayah yang boleh didekati secara politik dan sebaliknya, harus dilihat dari sudut pandang professional. Saya melihat lembaga pendidikan mirip usaha di bidang ekonomi Agar Lembaga pendidikan mengalami kemajuan, maka kepemiminannya harus diserahkan pada orang-orang yang memiliki kemampuan di bidangnya, sehingga tugas-tugas bisa dijalankan secara profesional. Bahkan rekruitmen kepemimpinan mestinya tidak harus dilakukan melalui pilihan secara demokratis, melainkan lewat uji kecakapan oleh para ahli. Dengan cara itu, kiranya lebih berpeluang mendapatkan kepala sekolah yang bermutu dan terbaik. Nabi Muhammad saw., pernah memberi peringatan, bahwa apasaja yang diserahkan pada bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya. Wallahu a’lam.

+Rinal Purba
Facebook CommentsShowHide