gizi kurang pada balita

GIZI BURUK adalah keadaan kekurangan energi dan protein (KEP) tingkat berat akibat kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi dan atau menderita sakit dalam waktu lama. Ditandai dengan status gizi sangat kurus (menurut BB terhadap TB) dan atau hasil pemeriksaan klinis menunjukkan gejala marasmus, kwashiorkor atau marasmik kwashiorkor.

Gizi buruk merupakan keadaan kurang gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan energi dan protein juga mikronutrien dalam jangka waktu lama. Anak disebut gizi buruk apabila berat badan dibanding umur tidak sesuai (selama 3 bulan berturut-turut tidak naik)

Gizi buruk atau malnutrisi dapat diartikan sebagai asupan gizi yang buruk. Hal ini bisa diakibatkan oleh kurangnya asupan makanan, pemilihan jenis makanan yang tidak tepat ataupun karena sebab lain seperti adanya penyakit infeksi yang menyebabkan kurang terserapnya nutrisi dari makanan. Secara klinis gizi buruk ditandai dengan asupan protein, energi dan nutrisi mikro seperti vitamin yang tidak mencukupi ataupun berlebih sehingga menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan.

Gizi buruk ini biasanya terjadi pada anak balita (bawah lima tahun) dan ditampakkan oleh membusungnya perut (busung lapar). Gizi buruk dapat berpengaruh kepada pertumbuhan dan perkembangan anak, juga kecerdasan anak. Pada tingkat yang lebih parah, jika dikombinasikan dengan perawatan yang buruk, sanitasi yang buruk, dan munculnya penyakit lain, gizi buruk dapat menyebabkan kematian.

Perbedaan gizi buruk dengan kelaparan
Gizi buruk berbeda dengan kelaparan. Orang yang menderita kelaparan biasanya karena tidak mendapat cukup makanan dan kelaparan yang diderita dalam jangka panjang dapat menuju ke arah gizi buruk. Walaupun demikian, orang yang banyak makan tanpa disadari juga bisa menderita gizi buruk apabila mereka tidak makan makanan yang mengandung nutrisi, vitamin dan mineral secara mencukupi.

Jadi gizi buruk sebenarnya dapat dialami oleh siapa saja, tanpa mengenal struktur sosial dan faktor ekonomi
Orang yang menderita gizi buruk akan kekurangan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk tumbuh atau untuk menjaga kesehatannya. Seseorang dapat terkena gizi buruk dalam jangka panjang ataupun pendek dengan kondisi yang ringan ataupun berat.

Gizi buruk dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental. Orang yang menderita gizi buruk akan mudah untuk terkena penyakit atau bahkan meninggal dunia akibat efek sampingnya. Anak-anak yang menderita gizi buruk juga akan terganggu pertumbuhannya, biasanya mereka tidak tumbuh seperti seharusnya (kerdil) dengan berat badan di bawah normal.

susah makan adalah salah satu pendorong kurang gizi pada anak , berikut ini cara mengatasi nya :
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
1. Untuk langkah persiapan agar anak nanti senang dengan makan, maka orang tua jangan terlambat mengenalkan makanan pada bayi. Pada usia 6 bulan orang tuah harus mulai mengenalkan makanan-makanan padat pada anak.
2. Selanjutnya orang tua harus mengenalkan berbagai macam rasa pada anak sejak masih bayi. Karena itu sebagai orang tua harus kreatif memvariasikan makanan untuk bayi. Hal ini harus dilakukan karena anak mempunyai kecenderungan untuk menolak rasa yang belum pernah dikenalnya.

salah satu cara tepat untuk menaikan gizi kurang pada balita adalah dengan makan buah-buahan hingga 7 porsi dalam seminggu :

Kekurangan gizi meliputi kurangnya asupan vitamin A, kurangnya zat besi, yodium, kurang energi protein, yang membuat anak menjadi kurus dan pendek. Tidak hanya itu, kekurangan gizi pada anak juga disebabkan kurangnya konsumsi sayur dan buah.

Hal ini disampaikan Ahli Gizi dan Direktur Micronutrient Initiative Indonesia (MII), Dr. Elvina Karyadi, M. Sc, Ph.D, SpGK.

"Menurut data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) pada tahun 2007, 83 persen masyarakat di Indonesia kurang mengonsumsi buah dan sayur," kata Elvina, dalam acara 'Ayo, Melek Gizi: Menumbuhkan Kecintaan Anak Pada Gizi Sejak Dini', di Kembang Goela, Jakarta, Selasa (21/5/2013)
sumber : http://health.liputan6.com/read/592108/cegah-kurang-gizi-pada-anak-dengan-makan-7-porsi-buah-seminggu
Maksud dari data tersebut, lanjutnya, bukan karena masyarakat Indonesia tidak mau mengonsumsi sayur dan buah sama sekali. Hanya saja porsinya hanya sedikit. Ada pun takaran untuk konsumsi buah dan sayuran yang baik, tambah Elvina, adalah 5-7 porsi dalam seminggu.

"Di Indonesia ini padahal ditanam beragam sayuran dan buah. Harganya pun murah," lanjut Elvina.

Bersyukurlah masyarakat Indonesia yang dengan mudah dapat mengonsumsi buah dan sayuran yang beragam, dan dibandrol dengan harga yang murah. "Di luar negeri, untuk beli dan sayuran harus mengeluarkan biaya lebih," katanya.(Adt/Mel)
Facebook CommentsShowHide

0 komentar

berkomentralah sewajarnya salam saya untuk @BangRinalPurba (senang kenal dan bertemu denganmu)