percakapan mudah dalam bahasa inggris

7 Aturan (cara) untuk Lancar Berbicara dalam Bahasa Inggris
1.Gunakan metode Mendengarkan dan Menjawab Cerita Singkat (Listen and Answer Min Story) bukan  Mendengar dan Mengulang (Listen and Repeat).

Motode belajar bahasa inggris yang sering kita dapatkan selama ini adalah Mendengar dan Mengulang (Listen and repeat), misalnya kita setelah mendengarkan pembelajaran bahasa inggris dari kaset, kita mengulangi apa yang kita dengar, dan itu tidaklah cukup karena hanya mengkopi pembicaraan. Namun dengan mendengar dan menjawab (Pertanyaan dari cerita) kita harus berpikir berpikir dan harus menjawab dengan cepat. Jika melakukan cara ini secara rutin selama 4 bulan, kemampuan berbicara meningkat, mampu berbicara dengan cepat, mudah dan otomatis.

Lalu apa sebenarnya Listen and Answer Mini Story?
Rekaman cerita mini (singkat) yang diselingi banyak pertanyaan mudah,namun konstan, secara cepat. Sehingga tidak punya waktu untuk memikirkan grammar. Dengan demikian melatih untuk berbicara, cepat dan otomatis.
Bagai mana cara membuat:

Untuk membuat Listen And Answer Mini Story yang sebenarnya kita butuh bantuan seorang tutor orang inggris asli (Native Tutor), untuk membuat sebuah rekaman cerita mini yang diselingi banyak pertanyaan. Cerita mini inilah yang harus kita dengar setiap hari.

2. Berhenti Belajar Aturan Grammar
Setiap kali masuk kelas bahasa inggris pasti ada belajar aturan Grammar terutama aturan Tenses dan tata bahasanya. Kita diharuskan menghapal  begitu banyak tenses. Walaupun sudah merasa hapal dan paham, kebanyakan kita akan gagap atau tebata-bata menggunakannya dalam percakapan, apalagi lawan bicara kita orang asing. Itu terjadi karena belajar grammar membuat kita selalu memikirkan aturan ketika melakukan percakapan. Sedangkan yang kita inginkan dalam belajar pasti ingin mampu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari secala lancar dan natural.

3. Gunakan metode Mendengar (Listening)
Untuk paham bahasa inggris kita harus banyak mendengar. Berhentilah membaca Test Book (Buku pelajaran bahasa inggris) karena materi-materi yang ada dalam buku pelajaran sebenarnya sangat jarang digunakan dalam percarakapan sehari-hari dan mulailah mendengar apapun yang disampaikan dalam bahasa inggris. Belajarlah dengan telinga bukan dengan mata. Mendengarlah bahasa inggris 1-3 jam setiap hari.

4. Belajar Secara Mendalam
Belajarlah secara mendalam  untuk dapat bicara dengan mudah. Pelajari tiap kata, tiap frase secara mendalam agar benar-benar tersimpan dalam ingatan, tidak hanya mengerti/mengingat arti atau belajar hanya untuk ujian. Belajar secara cepat hanya membuat kita cepat lupa apa yang telah dipelajari.

Bagai mana belajar secara mendalam, caranya pelajari/mendengar tiap materi banyak kali. Apa bila punya audio book pelajari 3X sehari selama 10 hari.

5.Dengarkan Cerita Pendek yang Sama yang Disampaikan dengan Waktu  (Tenses) yang Berbeda (Point Of View Stories)  
Diaturan 2  jangan belajar aturan grammar, walaupun demikian kita harus tetap mampu menggunakan grammar yang benar.

Lalu bagai mana caranya?
Belajar grammar secara natural.
Caranya mendengar satu cerita pendek yang sama yang disampaikan dengan menggunakan waktu (tense) yang berbeda-beda, cerita ini dinamakan Point Of View Stories.

Contoh: Pertama mendengar cerita yang menggunakan Present Tense Setiap hari, Setelah setelah benar-benar paham dan melekat diingatan, mendengar cerita yang sama lagi tapi yang menggunakan Past Tense (Begitu seterusnya menggunakan tenses yang berbeda).

Cara membuat Point Of View Stories
Carilah cerita/artikel pendek dalam Present Tense, kemudian mintalah tutor orang inggris asli untuk menulisnya kebali dengan waktu (tenses) yang berbeda (Ex: Past Tense, Future Tense, Perfect Tense), dan kemudian mintalah dia membaca dan merekamnya.

6.Belajarlah Bahasa Inggris yang Sebenarnya Bukan Bahasa Inggris Text Book (berdasarkan buku)
Apakah teman-teman belajar bahasa inggris lebih dari, namun masih bermasalah memahami perkataan orang inggris?
Sebenarnya kita tidak salah, yang salah adalah metode belajar yang kita gunakan selama ini yang hanya belajar bahasa inggris berdasarkan Buku (Text book English). Maka dari itu kita harus berlajar bahasa inggris yang sebenarnya bukan Text Book (walaupun yang disampaikan dalam Kaset atau CD).
Materi belajar berdasarkan buku,tidak sama dengan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.


Untuk dapat paham apa yang orang inggris sampaikan/katakana, maka kita harus melakukan apa yang biasa mereka lakukan. Mendengarkan apa yang biasa mereka dengan, menonton apa yang mereka biasa tonton, membaca apa yang biasa mereka baca.

Untuk dapat berbicara/paham dengan apa yang dibicarakan dalam bahasa inggris harus mendengar , sesuai dengan atauran untuk berbicara dengan mudah harus banyak mendengar. Maka dari itu dengarkan hanya bahasa inggris yang sebenarnya,tv,radio,film, radio talk show, audio book, audio article berbahasa inggris.

7. Metode Mendengarkan dan Menjawab Cerita Singkat (Listen and Answer Mini Story) adalah cara yang mudah dan cepat untuk mampu berbicara dalam berbahasa inggris dengan mudah dan otomatis.


Bahasa Inggris telah diakui sebagai bahasa internasional. Artinya, masyarakat yang berasal dari beragam latar belakang goegrafi, agama dam kultur telah memiliki suatu media yang disepakati untuk berkomunikasi satu sama lainnya, yaitu Bahasa Inggris. Dengan fenomena ini, maka kita dapat menarik suatu gambaran yang jelas bahwa Bahasa Inggris memberi ruang gerak yang seluas-luasnya kepada kita untuk larut menjadi bagian dari komunitas global masyarakat dunia.

Banyak pendapat yang menyatakan mempelajari Bahasa Inggris sangat sulit. Namun sesulit apapun sebuah hal yang harus dipelajari, tetapi bila hal tersebut dilakukan secara terus menerus, maka yakinlah suatu saat kita akan dimudahkan dan tentunya berakhir dengan mendapatkan apa yang kita inginkan.


“Saya nggak bisa berbicara bahasa Inggris karena grammar saya nggak bagus.”
“Nggak tau deh, kok saya ga pernah bisa bicara bahasa Inggris ya? Padahal dari kecil sudah belajar, belum lagi sudah kursus berkali-kali, dengan biaya kantor bahkan hingga ke luar negeri. Tetep aja saya nggak merasa pe-de. Kosakata saya segitu-gitu aja.”

Apakah kita sering mendengar keluhan ini? Atau apakah kita juga mengalami hal serupa? Belajar bahasa Inggris bertahun-tahun dari SD, SMP, SMA hingga kuliah dan mengikuti beberapa kali pelatihan tetapi masih saja merasa kesulitan untuk berkomunikasi lisan dalam bahasa Inggris? Di mana kendalanya?

“Selama ini banyak orang sudah belajar bahasa Inggris bertahun-tahun tetapi tidak bisa mempraktekannya. Ternyata kendalanya ada dua. Yang pertama adalah terbatasnya kosakata atau vocabulary. Wajar nggak bisa ngomong, nggak bisa menulis kalau perbendaharaan katanya sedikit. Masalah kedua adalah tata bahasa (grammar). Banyak orang yang sebenarnya memiliki perbendaharaan kata yang baik tetapi nggak berani bicara karena terlalu mikirin grammar,” ujar Suryanto, pelatih di lembaga STEM (Shortcut To English Mastery).

Trainer yang juga mengisi acara di beberapa radio menekankan jika masalahnya adalah kosakata, maka tidak perlu butuh waktu lama  untuk menguasai bahasa Inggris .Yang paling penting adalah bagaimana menghafal kosakata dengan teknik yang tepat dalam waktu cepat dan tidak gampang lupa, yaitu dengan lebih mengaktifkan otak kanan. Lho, apa hubungannya?

“Masalah yang dihadapi kebanyakan orang adalah ‘cepat hafal tetapi cepat pula lupa’ karena terlalu fokus dengan cara menghafal kata dan artinya. Masalah pembelajaran ini dikaitkan dengan fungsi kedua belah otak yang berbeda, Otak kiri memiliki fungsi yang lebih tertuju pada tulisan, logika dan analisa, sementara otak kanan berfokus pada imajinasi dan gambar. Pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan otak kanan lebih memfokuskan bagaimana kita menggunakan imajinasi kita untuk dapat menghafal kosakata”, ujar Suryanto.

Bagaimana caranya agar kita dapat memanfaatkan otak sebelah kanan untuk belajar bahasa Inggris secara optimal? Suryanto memberi  contoh kata diversity (bermacam-macam). Menurut Suryanto, kita tak hanya perlu tahu tulisan dan arti kata tersebut, tetapi juga perlu membayangkan kata tersebut dengan kata lain yang memiliki makna yang hampir sama. Contoh, kata “diversity” paling dekat diasosiasikan dengan kata  “bus”. Nah, bayangkan di dalam bus itu terdapat bermacam-macam orang”, ujarnya. Tentunya penggunaan kata-kata ini juga  harus dilatih dalam percakapan sehari-hari agar tidak lupa.

Lalu, bagaimana dengan teknik menghafal kata kerja tidak beraturan (irregular verbs) dan frase? Suryanto kembali memberikan tips dan triknya: : “Nah, ini juga menarik. Selama ini banyak orang mengalami kesulitan menghafal irregular verbs. Setelah melalui penelitian, sebenarnya irregular verbs jumlahnya tidak lebih dari 200. Untuk dapat menghafal lebih mudah, maka kita dapat membuat pemetaan (mapping)”. Ia mencontohkan kata-kata yang berakhiran-ow seperti flow (infinitive), flew (past simple verb), flown (past participle verb), grow (grew-grown). “Berarti kata yang berakhiran –ow,bentuk  kata kerja keduanya  diganti dengan akhiran -ew. Sedangkan, untuk bentuk kata kerja ketiganya tinggal tambahkan akhiran dari bentuk kata kerja keduanya –n. Lain halnya untuk kata yang berakhiran –eak, bentuk kata kerja keduanya menjadi- oke dan yang ketiga menjadi –oken (speak-spoke-spoken). Dari sini, kita bisa membuat beberapa pola untuk mengingatnya”.

Sabtu lalu (5/5), Gedung BPPT Lt.3 Jl.M.H Thamrin dipenuhi tidak hanya oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Mereka  berbondong-bondong menghadiri seminar Bahasa Inggris Otak Kanan yang diadakan STEM dengan Suryanto sebagai pembicara. Peserta seminar hadir dari berbagai profesi, baik dari guru bahasa Inggris hingga pekerja medis. Contohnya, Sandra yang bekerja sebagai bidan di RSIA di daerah Pluit, Jakarta Utara. Tujuannya mengikuti seminar ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.



Facebook CommentsShowHide