Sabtu, 09 Maret 2013

manusia adalah makhluk sosial khalifah ciptaan allah


Manusia  adalah sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan, dia selalu membutuhkan manusia lain. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, dia sudah disebut sebagai makhluk sosial.

Hakekat manusia sebagai makhluk sosial dan politik akan membentuk hukum, mendirikan kaidah perilaku, serta bekerjasama dalam kelompok yang lebih besar. Dalam perkembangan ini, spesialisasi dan integrasi atau organissai harus saling membantu. Sebab kemajuan manusia nampaknya akan bersandar kepada kemampuan manusia untuk kerjasama dalam kelompok yang lebih besar. Kerjasama sosial merupakan syarat untuk kehidupan yang baik dalam masyarakat yang saling membutuhkan.


Sebenarnya manusia itu terdiri atas 3 unsur yaitu:

    Jasmani.
    Terdiri dari Air, Kapur, Angin, Api dan Tanah.
    Ruh.
    Terbuat dari cahaya (NUR). Fungsinya hanya untuk menghidupkan jasmani saja.
    Jiwa. (An Nafsun/rasa dan perasaan).
    Terdiri atas 3 unsur:
        Syahwat/Lawwamah (darah hitam), dipengaruhi sifat Jin, sifatnya adalah: Rakus, pemalas, Serakah, dll (kebendaan/materialis)-menjadi beban masyarakat.
        Ghodob/Ammarah ( Darah merah ), dipengaruhi oleh sifat Iblis, Sifatnya adalah: Sombong, Merusak, Angkara murka dll (Menentang)-Menjadi pengacau masyarakat.
        Natiqoh/Muthmainah (darah Putih), Dipengarui sifat malaikat, Sifatnya adalah: Bijaksana, Tenang, Berbudi luhur, Berachlak Tinggi dan Mulia- Menciptakan kedamaian dan kasih sayang.

Alat dari pada Jiwa yaitu otak, yang terdiri atas 3 bagian juga:

    Akal (timbangan) haq atau bathil
    Pikir (hitungan) Untung rugi
    Zikir (ingatan) Ingat Allah
Hakikatnya manusia ialah sebagai hamba Allah s.w.t. bukanlah satu penghinaan atau satu kehinaan kepada manusia sebaliknya gelaran hamba Allah s.w.t. adalah satu gelaran yang paling tinggi kepada manusia seperti yang ditegaskan oleh Allah s.w.t. sendiri di dalam al-Quran kerana itulah gelaran yang diberikan kepada nabi dan rasul. Kehambaan diri manusia kepada Allah s.w.t. Maha Pencipta hakikatnya adalah kemuliaan, keagungan dan kekuatan. Kehinaan yang paling hina ialah kehambaan manusia kepada sesama manusia atau makhluk. Inilah yang ditentang dan cuba dibasmi oleh Islam melalui asas atau konsep tauhid. Salah satu dari keistimewaan atau kemuliaan manusia sebagai hamba Allah s.w.t. yang sebenarnya ialah manusia telah dianugerahkan tugas/amanah yang tidak dipunyai oleh seluruh makhluk lain iaitu khalifahtullah dimuka bumi.

<i><i>Manusia sebagai hamba Allah s.w.t. dilantik menjadi khalifah Allah dan perlantikkan itu adalah kerana kelayakan manusia untuk memegang jawatan tersebut. Antara kelayakan tersebut ialah bahawa diantara hamba-Nya maka manusialah yang lebih hampir dengan Alllah s.w.t. Sebagai hakikatnya, hamba-Nya dan kkhalifah-Nya maka manusia tidak berhak mencipta yang diizinkan.</i>
</i>

m
Manusia, mahluk dan individu secara etimologi diartikan sebagai berikut:
1.Manusia berarti mahluk yang berakal budi dan mampu menguasai mahluk lain.
2Mahluk yaitu sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan.
3.Individu mengandung arti orang seorang, pribadi, organisme yang hidupnya berdiri sendiri. Secara fisiologis ia bersifat bebas, tidak mempunyai hubungan   organik dengan sesama.

Ada 6 machluk yaitu:

    Malaikat, Dari Nur (cahaya) menerangi/mengawasi manusia.
    Iblis, Dari Nar (Api), sifatnya merusak, merupakan musuh manusia.
    Jin, Dari asap yang beracun, sifatnya memabukan, merupakan penggoda dan juga membantu manusia.
    Tumbuhan, Hanya mempunyai  naluri, berfaedah, untuk kebutuhan manusia.
    Hewan, Syahwat dan ghodob, berfaedah untuk kepentingan manusia.
    Manusia, Sebagai pengatur alam, pengurus dunia(khalifah rachmatan lil alamin).

Corak corak Manusia:

    Mu'min
    Kafir
    Munafi

Perjalanan Kehidupan Manusia:

    Alam Arwah/Ruh, Masih didalam alam suci/taqdir ketentuan
    Alam Rahim, Didalam Kandungan Ibu/Qadarditentukan
    Alam Dunia/Alam Qodho, Penyelesaian/Untuk sementara
    Alam Kubur/Alam Barzah, Dalam tahanan alam Kubur/prefentif
    Alam Mizan, Timbangan Alam dibangkitkanya kembali Manusia
    Yaumil Ma'lum ( Hari Pengumuman/Keputusan), Sorga bagi yang beramal baik; Neraka bagi yang beramal buruk

Karakteristik Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang menitik beratkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. Dimana memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari:
1. Dorongan untuk makan
2. Dorongan untuk mempertahankan diri
3. Dorongan untuk melangsungkan jenis

Dari tahapan diatas menggambarkan bagaimana individu dalam perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan. Sehingga komunikasi antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai makhluk sosial.

Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri dari :
1. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah pengetahuan.
2. Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...