Minggu, 03 Maret 2013

berhubungan intim saat hamil tua tips posisi dan amankah

aman atau tidaknya ???
Menurut dokter spesialis kandungan dari Klinik Sam Marie, dr Deradjat Muharram Sastrawikarta SpOG, konsidi wanita hamil sebenarnya normal. “Jadi perlakukan seperti wanita normal, termasuk dalam hubungan seksual,” kata dia kepada VIVAnews di kliniknya, Jalan Wijaya, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Wanita sehat dengan kehamilan normal bisa terus berhubungan seks sampai usia kandungannya 40 pekan, tanpa perlu takut melukai ibu maupun janinnya.
Menurut Deradjat, selama trimester pertama, banyak wanita mengalami gejala fisik seperti mual, muntah, dan kepenatan yang mungkin memengaruhi hasrat berhubungan seks. Namun kelembutan payudara mulai terasa pada trimester pertama dan berlanjut sepanjang kehamilan.
Kebanyakan kaum wanita mengalami peningkatan nafsu seksual saat rasa nyaman mulai membaik. Selama trimester kedua kehamilan, ibu mulai merasa lebih bisa menjadi diri sendiri. Vagina jadi terasa lebih penuh dan kuantitas pelumas bertambah sewaktu posisi bayi mulai turun merendah di panggul.
Ditemui terpisah, Sani B Hermawan, konsultan dari klinik rumah tangga Daya Insani mengatakan, beberapa pilihan posisi bercinta bisa dilakukan saat pasangan Anda hamil. Salah satunya posisi wanita di atas dan pria di bawah. “Posisi ini ideal karena kandungan wanita bisa direbahkan di perut pasangannya,” kata dia di kliniknya, Jalan Kemang Timur XI, Jakarta.
Saat hamil, posisi misionaris sulit dilakukan. Posisi ini akan menyakitkan pasangannya. Itu sebabnya, posisi berhubungan seksual yang bisa dilakukan selama istri hamil adalah variasi dengan posisi menyamping, perut istri Anda terbebas dari tindihan.
Posisi seks 
yang terbaik adalah yang paling membuat ibu hamil nyaman. Namun, beberapa pilihan paling populer.

Seorang obgyn di Gunung Sinai Medical Center, New York, Luara Corio, ada tiga posisi yang populer:
  1. Spooning: Posisi ini bekerja dengan baik karena perut terhindar dan penetrasi minim.
  2. Duduk di kuris: Duduklah di kursi dan biarkan pria berlutut di depan istri. Idealnya, kursi lebih tinggi dibanding pria sehingga ia bisa mendorong tidak mengenai perut. Posisi ini bekerja dengan baik jika pasangan Anda khawatir menyakiti bayi Anda," jelas Corio.
  3. Woman on top: Cara ini memberikan wanita kontrol untuk bergerak yang paling dirasa nyaman.
Spooning
Hampir mirip dengan posisi samping(side-by-side), posisi spooning dilakukan dengan saling berhadapan dan bertatap muka. Bedanya, posisi si pria lebih miring condong di bawah, sehingga akan ada beberapa tumpang tindih lengan dan kaki dalam posisi ini.

Kelebihan:
1. Posisi ini menawarkan banyak kontak fisik bagi orang yang melakukan penetrasi.

2. Untuk orang dengan masalah pinggul, posisi ini bisa sangat nyaman dan memungkinkan untuk lebih lama dengan penetrasi lebih lambat.

3. Cukup memuaskan untuk hubungan seksual pada bulan-bulan terakhir kehamilan.

Kekurangan:

Posisi ini tidak memungkinkan untuk penetrasi yang gesit dan kedua pasangan mungkin merasa seperti kurang bebas gerak dan kurang lincah.Hampir mirip dengan posisi samping(side-by-side), posisi spooning dilakukan dengan saling berhadapan dan bertatap muka. Bedanya, posisi si pria lebih miring condong di bawah, sehingga akan ada beberapa tumpang tindih lengan dan kaki dalam posisi ini.

Kelebihan:

1. Posisi ini menawarkan banyak kontak fisik bagi orang yang melakukan penetrasi.

2. Untuk orang dengan masalah pinggul, posisi ini bisa sangat nyaman dan memungkinkan untuk lebih lama dengan penetrasi lebih lambat.

3. Cukup memuaskan untuk hubungan seksual pada bulan-bulan terakhir kehamilan.

Kekurangan:

Posisi ini tidak memungkinkan untuk penetrasi yang gesit dan kedua pasangan mungkin merasa seperti kurang bebas gerak dan kurang lincah.
Oral seks
Saat hamil juga masih bisa menerima oral seks. Tapi pastikan pasangan Anda tidak meniup udara ke dalam vagina. Jika dilakukan, ledakan udara mungkin memblokir pembuluh darah yang menyebabkan emboli udara. Yakni situasi yang berpotensi mengancam ibu dan bayinya.
Katakan tidak, jika..

Wanita yang mengalami kehamilan berisiko tinggi, memiliki riwayat keguguran atau memiliki plasenta previa (ketika plasenta bayi sebagian atau seluruhnya menutupi leher rahim ibu) harus menjauhkan diri dari seks. (MEL/IGW)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...